Pengiriman yang Andal & Hemat Biaya dari Tiongkok

Solusi Logistik yang Disesuaikan untuk Bisnis Anda

  1. Beranda
  2. »
  3. Berita industri
  4. »
  5. 15 Istilah Paling Umum untuk Pengiriman Internasional

15 Istilah Paling Umum untuk Pengiriman Internasional

Pengiriman internasional adalah dunia yang rumit yang dipenuhi dengan jargon khusus dan istilah khusus industri. Memahami istilah-istilah ini sangat penting bagi siapa pun yang terlibat dalam industri pengiriman, baik Anda seorang importir, eksportir, atau bekerja di bidang logistik. Mengetahui terminologi membantu memperlancar komunikasi, menghindari kesalahpahaman, dan meningkatkan efisiensi rantai pasokan Anda. Dalam artikel ini, kami akan membahas 15 istilah paling umum yang digunakan dalam pengiriman internasional, menguraikan artinya dan mengapa istilah-istilah tersebut penting bagi bisnis Anda.

1. Berat Kotor (VGM)

Definisi: Berat Kotor, juga dikenal sebagai Massa Kotor Terverifikasi (VGM), mengacu pada berat total kontainer pengiriman, termasuk kargo dan kontainer itu sendiri. Pengukuran ini diwajibkan menurut peraturan SOLAS (Keselamatan Jiwa di Laut) Organisasi Maritim Internasional.

Mengapa hal itu penting: Berat kotor sangat penting untuk stabilitas dan keselamatan kapal. Pelaporan VGM yang akurat membantu mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh kelebihan muatan dan memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan maritim internasional. Deklarasi berat yang salah dapat mengakibatkan denda yang besar, penolakan pemuatan kargo, atau bahkan ketidakstabilan kapal, yang dapat membahayakan awak kapal dan kargo.

Aplikasi praktis: Untuk menentukan VGM, pengirim harus menimbang kontainer yang dimuat atau menambahkan berat kargo ke berat tara kontainer. Pengukuran yang akurat membantu memastikan

2. Surat Muatan (B/L)

Definisi: Sebuah Bill of Lading (B/L) adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh pengangkut kepada pengirim, yang memberikan rincian kargo yang diangkut, berfungsi sebagai tanda terima, dan berfungsi sebagai kontrak pengangkutan.

Mengapa hal itu penting: Bill of Lading sangat penting untuk pengurusan bea cukai, pemindahan kepemilikan, dan berfungsi sebagai bukti pengiriman. Bill of Lading merupakan dokumen penting dalam pengangkutan melalui laut dan udara, dan setiap ketidaksesuaian dapat menyebabkan penundaan atau komplikasi hukum.

Jenis Bill of Lading:Ada beberapa jenis Bill of Lading, antara lain: Lurus B/L, Pesan B/L, dan Pembawa B/L. Masing-masing memiliki tujuan yang berbeda, seperti menentukan penerima barang atau mengizinkan pemindahan kargo tanpa pengesahan. Memahami jenis-jenis ini membantu menghindari komplikasi selama transaksi.

3. Pengisian Daya Kurang dari Truk (LTL)

Definisi: Kurang dari Muatan Truk (LTL) mengacu pada pengiriman yang tidak memerlukan truk penuh untuk transportasi dan digabungkan dengan pengiriman lain untuk memaksimalkan efisiensi.

Mengapa hal itu penting: LTL merupakan solusi ideal untuk pengiriman yang lebih kecil. Solusi ini membantu mengurangi biaya bagi pengirim dengan berbagi ruang truk dengan kargo lain. Namun, solusi ini juga melibatkan penanganan tambahan, yang dapat meningkatkan waktu transit dan risiko kerusakan.

Pertimbangan Biaya: Harga pengiriman LTL umumnya didasarkan pada faktor-faktor seperti jarak, berat, dimensi, dan kelas pengiriman. Pengemasan yang tepat sangat penting untuk melindungi barang Anda, karena pengiriman LTL dapat dimuat dan diturunkan beberapa kali selama transit.

4. Dari Pintu ke Pintu (D2D)

Definisi: Pintu ke Pintu (D2D) adalah layanan pengiriman di mana barang diambil dari lokasi pemasok dan dikirim langsung ke alamat yang ditentukan pembeli, mencakup setiap perjalanan.

Mengapa hal itu penting: D2D memberikan kemudahan dengan menawarkan solusi pengiriman yang lengkap. Hal ini sangat bermanfaat bagi importir yang menginginkan pengalaman bebas repot tanpa harus berurusan dengan banyak operator dan pialang pabean. Layanan D2D juga meminimalkan risiko pencurian kargo dan kesalahan penanganan, karena lebih sedikit perantara yang terlibat.

Kapan Harus Digunakan: Layanan D2D sangat berguna untuk bisnis e-commerce, barang bernilai tinggi, atau barang yang memerlukan penanganan cermat. Bekerja sama dengan mitra logistik tepercaya memastikan transparansi dan keandalan dalam prosesnya.

5. Kode Sistem Harmonisasi (HS)

Definisi: Para Kode Harmonized System (HS). adalah sistem nama dan nomor standar internasional yang digunakan untuk mengklasifikasikan barang yang diperdagangkan, yang dikelola oleh Organisasi Kepabeanan Dunia (WCO).

Mengapa hal itu penting: Kode HS menentukan tarif, bea, dan peraturan untuk barang tertentu. Klasifikasi yang akurat sangat penting untuk menghindari penundaan bea cukai, memastikan kepatuhan, dan menghitung bea secara akurat. Kode HS yang salah dapat menyebabkan reklasifikasi pengiriman, denda, atau penyitaan bea cukai.

Cara Menggunakan: Kode HS terdiri dari 6-10 digit yang menentukan jenis barang. Misalnya, barang elektronik mungkin memiliki kode HS yang berbeda dibandingkan dengan tekstil. Berkonsultasi dengan pialang pabean dapat membantu memastikan Anda menggunakan kode HS yang benar dan meminimalkan risiko selama proses bea cukai.

6. Stasiun Pengangkutan Kontainer (CFS)

Definisi: Sebuah Stasiun Pengangkutan Kontainer (CFS) adalah fasilitas di mana pengiriman LCL (Less than Container Load) dikonsolidasi atau didekonsolidasi sebelum atau setelah kontainerisasi.

Mengapa hal itu penting: CFS membantu menangani pengiriman barang dalam jumlah kecil secara efisien dengan menggabungkan barang ke dalam kontainer untuk diekspor atau memisahkannya setelah barang sampai. Hal ini memungkinkan pengirim barang memperoleh keuntungan dari biaya yang lebih rendah tanpa memerlukan seluruh kontainer.

Pentingnya Pengiriman LCL: Fasilitas CFS juga membantu mengelola dokumen dan formalitas bea cukai, sehingga memudahkan pengirim yang lebih kecil untuk mengakses pasar internasional. Namun, karena penanganan kargo yang banyak, pengiriman CFS mungkin memerlukan waktu transit yang lebih lama.

7. Layanan Pengiriman Paket Peer-to-Peer (P2P)

Definisi: Layanan Pengiriman Paket Peer-to-Peer (P2P) adalah metode pengiriman yang menghubungkan kurir individu dengan pengirim secara langsung, sering kali melalui platform daring, yang memungkinkan pengiriman cepat dan hemat biaya.

Mengapa hal itu penting: Layanan P2P menyediakan opsi yang fleksibel dan seringkali hemat biaya, khususnya untuk paket kecil. Metode ini cocok untuk bisnis yang membutuhkan pengiriman cepat tanpa bergantung pada jaringan kurir tradisional. P2P juga dapat menghasilkan layanan pelanggan yang lebih personal.

contoh: Platform seperti Pengangkutan Uber ke Roadie memungkinkan bisnis mengakses kurir independen. Model ini ideal bagi perusahaan yang membutuhkan fleksibilitas dan kontak langsung dengan pengemudi untuk pelacakan waktu nyata.

8. Muatan Kontainer Penuh (FCL)

Definisi: Beban Kontainer Penuh (FCL) mengacu pada pilihan pengiriman di mana seluruh kontainer digunakan oleh satu pengirim, yang memungkinkan penggunaan kontainer secara eksklusif.

Mengapa hal itu penting: FCL seringkali lebih ekonomis untuk pengiriman besar, memberikan keamanan yang lebih baik untuk kargo, dan melibatkan lebih sedikit penanganan dibandingkan dengan LCL, sehingga meminimalkan risiko kerusakan. FCL juga memungkinkan waktu transit yang lebih cepat karena kontainer tidak memerlukan konsolidasi atau dekonsolidasi.

Penghematan biaya: FCL paling cocok untuk bisnis yang mengirimkan barang dalam jumlah besar yang dapat memenuhi seluruh kontainer. FCL mengurangi biaya per unit dan meminimalkan potensi keterlambatan dan kerusakan.

9. Kurang dari Beban Kontainer (LCL)

Definisi: Kurang dari Beban Kontainer (LCL) adalah pilihan pengiriman di mana beberapa pengiriman digabungkan menjadi satu kontainer, sehingga ideal untuk pengiriman yang lebih kecil.

Mengapa hal itu penting: LCL lebih hemat biaya untuk pengiriman yang lebih kecil, meskipun mungkin memerlukan penanganan yang lebih banyak dan waktu transit yang lebih lama dibandingkan dengan FCL. Hal ini memungkinkan perusahaan yang tidak memiliki volume kontainer penuh untuk mendapatkan keuntungan dari pengiriman global.

Pertimbangan: LCL memerlukan pengemasan yang cermat untuk melindungi barang dari kerusakan akibat penanganan yang sering. Sangat penting untuk bekerja sama dengan freight forwarder yang andal yang dapat memberikan transparansi dan menghindari penundaan yang tidak perlu.

10. Sertifikat Asal (COO)

Definisi: Sebuah Sertifikat Asal (COO) adalah dokumen yang mengesahkan negara tempat barang tersebut diproduksi.

Mengapa hal itu penting:Banyak negara memerlukan COO untuk menentukan tarif dan memverifikasi kepatuhan terhadap perjanjian perdagangan, sehingga memungkinkan pengirim mendapatkan keuntungan dari tarif preferensial berdasarkan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) tertentu.

Cara Memperoleh: COO biasanya dikeluarkan oleh kamar dagang atau badan resmi lainnya. COO menyediakan informasi penting bagi otoritas bea cukai untuk menentukan bea dan kelayakan untuk program perdagangan khusus.

11. Estimasi Waktu Keberangkatan (ETD)

Definisi: Perkiraan Waktu Keberangkatan (ETD) mengacu pada tanggal dan waktu yang diproyeksikan saat pengiriman diharapkan meninggalkan pelabuhan asal.

Mengapa hal itu penting: ETD sangat penting untuk merencanakan alur waktu logistik, mengoordinasikan jadwal dengan pemasok, dan mengelola ekspektasi pelanggan terkait waktu pengiriman. Informasi ETD yang akurat membantu memastikan kelancaran penjadwalan aktivitas hilir, seperti pergudangan dan distribusi.

Mengelola Penundaan: ETD dapat berubah karena faktor-faktor seperti kepadatan pelabuhan atau ketersediaan kapal. Penting untuk tetap berkomunikasi dengan operator untuk mendapatkan informasi terkini guna menghindari gangguan dalam rantai pasokan Anda.

12. Perkiraan Waktu Tiba (ETA)

Definisi: Perkiraan Waktu Kedatangan (ETA) adalah perkiraan tanggal dan waktu saat pengiriman akan tiba di pelabuhan tujuan atau lokasi pengiriman.

Mengapa hal itu penting: ETA membantu dalam mengelola ekspektasi, merencanakan aktivitas pembongkaran, dan mengoordinasikan pengiriman akhir. Informasi ETA yang akurat membantu bisnis dalam menjadwalkan inventaris dan tenaga kerja secara efektif, menghindari biaya penyimpanan atau biaya tenaga kerja yang tidak perlu.

Alat Pelacakan: Penyedia logistik modern menawarkan alat pelacakan yang memberikan pembaruan waktu nyata tentang ETA, yang memungkinkan perusahaan membuat keputusan yang tepat tentang inventaris dan perencanaan tenaga kerja.

13. Pelabuhan Muat (POL)

Definisi: Para Pelabuhan Muat (POL) adalah pelabuhan tempat barang dimuat ke kapal untuk pengiriman internasional. Pelabuhan ini berfungsi sebagai titik awal perjalanan kargo melalui laut dan memainkan peran penting dalam rantai logistik.

Mengapa hal itu penting: Pemilihan POL merupakan faktor kunci dalam menentukan jadwal pengiriman, biaya keseluruhan, dan efisiensi logistik. Memilih POL yang terhubung dengan baik dengan pelayaran yang sering dapat mengurangi waktu transit dan biaya secara signifikan. POL besar biasanya memiliki infrastruktur yang lebih baik dan lebih banyak pilihan jalur pelayaran, yang menghasilkan penanganan yang lebih cepat dan lebih sedikit penundaan. Selain itu, kedekatan POL dengan lokasi pemasok memengaruhi biaya transportasi darat, yang memengaruhi total biaya pengiriman. Memilih POL yang optimal membantu memastikan pergerakan kargo yang lancar dan efisien di seluruh rantai pasokan.

Pertimbangan:Saat memilih POL, faktor-faktor seperti ketersediaan jalur pelayaran, frekuensi pelayaran, dan konektivitas ke rute perdagangan utama harus dipertimbangkan. Pelabuhan seperti menculik, Shenzhen, dan Ningbo di China populer karena konektivitas dan infrastrukturnya yang tinggi, menjadikannya pilihan yang cocok bagi banyak pengirim.

14. Kenaikan Tarif Umum (GRI)

Definisi: Kenaikan Tarif Umum (GRI) adalah penyesuaian yang dilakukan oleh operator pengiriman barang terhadap tarif dasar angkutan barang. Penyesuaian ini sering kali diterapkan selama periode permintaan tinggi, seperti musim puncak, atau sebagai respons terhadap perubahan kondisi pasar, seperti kenaikan biaya bahan bakar atau kemacetan pelabuhan.

Mengapa hal itu penting: GRI berdampak langsung pada biaya pengiriman, sehingga penting bagi pengirim untuk memahami kapan kenaikan ini kemungkinan akan terjadi. Dengan bersikap proaktif dan menyadari GRI yang akan datang, bisnis dapat merencanakan pengiriman mereka dengan lebih efektif dan berpotensi menghindari biaya yang lebih tinggi. Strategi seperti memesan pengiriman selama waktu sepi atau menegosiasikan tarif tetap dengan operator terlebih dahulu dapat membantu mengurangi dampak finansial dari GRI. Bagi banyak bisnis, memahami dan mengantisipasi GRI sangat penting untuk mempertahankan biaya pengiriman yang kompetitif dan menghindari gangguan pada anggaran logistik mereka.

Mengelola GRI: Perusahaan dapat mengurangi dampak GRI dengan membangun hubungan yang kuat dengan operator atau perusahaan pengiriman barang yang memiliki wawasan tentang tren pasar. Selain itu, mempertimbangkan rute pengiriman alternatif atau menggabungkan pengiriman selama musim puncak dapat membantu mengurangi risiko kenaikan biaya mendadak karena GRI.

15. Kode Komoditas AS (Kode HTS)

Definisi: Para Kode Tarif Harmonisasi (HTS) AS adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi produk yang diimpor ke Amerika Serikat. Sistem ini mirip dengan Kode HS tetapi memberikan kekhususan tambahan yang disesuaikan dengan peraturan AS.

Mengapa hal itu penting: Klasifikasi yang tepat menggunakan Kode HTS sangat penting untuk menentukan tarif dan bea yang berlaku, serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan bea cukai AS. Kesalahan klasifikasi dapat mengakibatkan denda yang mahal, keterlambatan pengiriman, atau bahkan penyitaan barang oleh otoritas bea cukai. Klasifikasi HTS yang akurat membantu bisnis memperkirakan biaya impor secara akurat dan menghindari masalah yang tidak terduga selama proses bea cukai.

Penggunaan Praktis: Kode HTS biasanya diperlukan saat mengajukan ringkasan entri ke Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP). Bisnis harus memastikan bahwa mereka bekerja sama dengan pialang pabean yang berpengalaman untuk mengklasifikasikan barang mereka dengan benar, sehingga mengurangi risiko denda.

Pelajari lebih lanjut:

jika dijual di Amazon USA

Kesimpulan

Memahami 15 istilah umum pengiriman internasional ini adalah kunci untuk menavigasi kompleksitas logistik global secara efektif. Setiap istilah memainkan peran penting dalam merampingkan komunikasi, memastikan kepatuhan, dan mengelola ekspektasi dalam rantai pasokan. Apakah Anda seorang profesional berpengalaman atau baru memulai, keakraban dengan istilah-istilah ini akan meningkatkan kemampuan Anda untuk membuat keputusan yang tepat, meminimalkan biaya, dan mencegah kesalahpahaman. Pengetahuan yang efektif tentang istilah-istilah pengiriman ini dapat membantu Anda menegosiasikan kontrak yang lebih baik, memastikan kepatuhan, dan pada akhirnya merampingkan seluruh proses pengiriman Anda. Jika Anda memerlukan dukungan ahli untuk kebutuhan pengiriman internasional Anda, hubungi kami tim logistik hari ini untuk bantuan dan solusi yang disesuaikan.